Keamanan dan ketertiban di wilayah kepulauan seperti Maluku memerlukan pendekatan yang unik dan inklusif. Melalui visi Polres Ambon Presisi, institusi kepolisian di Kota Manise ini bertransformasi menjadi lembaga yang lebih modern dan responsif terhadap dinamika sosial. Konsep Presisi yang merupakan singkatan dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang menyentuh akar rumput. Di tengah keberagaman budaya dan sejarah panjang kota ini, kehadiran polisi dituntut tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung yang mampu merangkul seluruh lapisan komunitas demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan.
Salah satu fokus utama dalam kepemimpinan saat ini adalah upaya Membangun Kepercayaan Masyarakat yang sempat fluktuatif akibat berbagai tantangan sosial di masa lalu. Kepolisian menyadari bahwa tanpa dukungan warga, program keamanan sehebat apa pun tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, personil Polres Ambon kini lebih sering terlihat melakukan dialog santai di balai-balai warga atau pasar tradisional. Pendekatan humanis ini bertujuan untuk menghapus sekat antara aparat dan warga, sehingga masyarakat merasa nyaman untuk berbagi informasi mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungannya tanpa rasa takut. Kepercayaan ini adalah modal sosial yang paling berharga dalam menjaga stabilitas wilayah.
Keberhasilan transformasi ini didorong kuat oleh berbagai Inovasi yang diluncurkan, baik di bidang teknologi maupun pelayanan sosial. Di tahun 2026, Polres Ambon telah mengintegrasikan sistem pelaporan berbasis aplikasi yang memudahkan warga di pelosok pulau untuk mendapatkan bantuan darurat. Selain itu, terdapat inovasi dalam layanan SIM dan SKCK keliling yang menjangkau area-area pesisir yang jauh dari pusat kota. Inovasi tidak hanya berhenti pada perangkat lunak, tetapi juga pada metode penyelesaian masalah melalui mekanisme restorative justice. Hal ini memungkinkan konflik-konflik ringan di masyarakat diselesaikan melalui musyawarah dengan pengawasan kepolisian, sehingga harmoni tetap terjaga tanpa harus selalu berakhir di meja hijau.
Polres Ambon juga sangat aktif dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan transparansi. Setiap capaian kinerja, penanganan kasus, hingga informasi layanan publik disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat memberikan penilaian secara langsung. Transparansi ini membuktikan bahwa polres benar-benar serius dalam membenahi internalnya dari praktik-praktik maladminstrasi. Dengan adanya keterbukaan informasi, ruang bagi penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memicu ketegangan sosial dapat ditekan secara signifikan. Polisi kini hadir sebagai sumber informasi yang terpercaya bagi warga Ambon.
