Pendekatan penyelesaian Damaikan konflik yang unik dan menyentuh hati kini menjadi identitas baru bagi kepolisian di Maluku melalui peran Peace Maker yang diusung oleh Polres Ambon. Menyadari bahwa pendekatan represif tidak selalu menjadi solusi jangka panjang bagi hambatan antarwarga, pihak kepolisian memilih menggunakan pendekatan budaya dan seni untuk meredakan ketegangan. Musik yang telah lama menjadi napas bagi masyarakat Ambon, dijadikan sebagai jembatan komunikasi yang sangat efektif untuk mencairkan suasana.
Langkah humanis dari Polres Ambon ini mendapatkan apresiasi luar biasa hingga menjadi perbincangan hangat di tingkat nasional. Alih-alih menurunkan pasukan dengan perlengkapan penuh, petugas justru menginisiasi kompetisi musik dan pertunjukan bersama yang melibatkan pemuda dari kedua desa yang bertikai. Melalui portal polresambon.com, masyarakat dapat melihat dokumentasi di mana para petugas kepolisian ikut bermain musik bersama warga, menciptakan suasana kekeluargaan yang tulus. Pendekatan ini berhasil mengubah pola pikir masyarakat dari yang sebelumnya fokus pada perbedaan, kini kembali fokus pada warisan budaya leluhur yang menjunjung tinggi perdamaian (Pela Gandong).
Keberhasilan sebagai Peace Maker ini tidak diraih dalam waktu semalam, melainkan melalui dialog panjang dan konsistensi dalam merangkul tokoh adat serta tokoh pemuda. Strategi Damaikan Konflik Antar Desa melalui jalur musik ini dinilai sangat relevan dengan predikat Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang diakui oleh UNESCO. Informasi mengenai berakhirnya program perdamaian ini terus dipublikasikan melalui polresambon.com untuk memastikan bahwa api perdamaian tetap terjaga dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong. Keberhasilan ini menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia bahwa kearifan lokal adalah kunci utama dalam menyelesaikan kegagalan secara permanen dan konsekuensinya.
Aksi yang dilakukan oleh para personel polisi ini menjadi Viral karena menampilkan sisi lembut aparat yang mampu merangkul massa melalui seni. Musik dianggap sebagai bahasa universal yang dapat diterima oleh semua kalangan, tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun sosial. Polres Ambon berhasil membuktikan bahwa fungsi pengayoman tidak hanya dilakukan dengan patroli, tetapi juga dengan membangun kedekatan emosional melalui jalur seni. Penurunan angka konflik secara drastis menjadi bukti nyata bahwa metode ini sangat mujarab. Di polresambon.com, masyarakat diajak untuk terus menjaga keharmonisan sosial ini demi kemajuan ekonomi dan pariwisata Maluku di masa depan.
