Wilayah Kepulauan Maluku dengan ribuan pulau kecilnya sangat bergantung pada transportasi laut sebagai urat nadi utama kehidupan, terutama saat memasuki musim lebaran. Di Kota Ambon, geliat persiapan mudik Maret 2026 sudah mulai terasa dengan meningkatnya aktivitas di pelabuhan-pelabuhan utama. Menyadari peran vital jalur perairan ini, Polres Ambon telah meluncurkan operasi pengamanan khusus yang tidak hanya fokus pada mobilitas manusia, tetapi juga pada kelancaran Arus Mudik Laut logistik barang kebutuhan pokok bagi masyarakat di pelosok kepulauan.
Langkah awal yang ditempuh adalah memperketat pengawasan di Pelabuhan Yos Sudarso dan pelabuhan rakyat lainnya di sekitar Teluk Ambon. Personel kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengaturan antrean penumpang agar tidak terjadi penumpukan yang membahayakan di dermaga. Dalam upaya menjaga Arus Mudik Laut, Polres Ambon memberikan perhatian khusus pada kelaikan kapal-kapal kecil dan kapal Pelni yang menjadi tumpuan warga. Petugas memastikan bahwa manifes penumpang sesuai dengan kapasitas kapal guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat kelebihan muatan yang seringkali menjadi tantangan di wilayah kepulauan.
Keamanan logistik juga menjadi pilar penting dalam operasi tahun ini. Menjelang lebaran, kebutuhan akan bahan pokok di berbagai pulau di Maluku meningkat drastis. Polres Ambon melakukan pengawalan terhadap distribusi logistik di pelabuhan guna memastikan barang-barang penting seperti beras, gula, dan bahan bakar minyak (BBM) dapat terangkut tepat waktu tanpa hambatan keamanan. Penjagaan di gudang-gudang logistik sekitar pelabuhan ditingkatkan untuk mencegah adanya praktik penimbunan barang yang bisa memicu kenaikan harga yang tidak wajar di pasar-pasar tradisional.
Selain pengamanan di area pelabuhan, Polres Ambon juga menyiagakan unit reaksi cepat di titik-titik rawan kemacetan darat menuju pelabuhan. Koordinasi dengan instansi terkait dilakukan untuk memastikan akses jalan tetap terbuka bagi armada pengangkut logistik dan kendaraan pemudik. Di setiap posko pengamanan, tersedia petugas medis yang siap memberikan layanan kesehatan bagi calon penumpang yang harus menunggu jadwal kapal dalam waktu yang cukup lama. Kesiagaan ini mencerminkan pelayanan prima yang terpadu, di mana aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama.
