Ambon adalah negeri yang kaya akan sejarah dan filosofi hidup yang mendalam. Di tengah keberagaman suku dan agama yang ada, terdapat sebuah perekat sosial yang telah teruji oleh zaman, yaitu Pela Gandong. Ikatan persaudaraan tradisional ini bukan sekadar warisan leluhur yang bersifat seremonial, melainkan fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antarwarga di Maluku. Dalam dunia yang semakin terfragmentasi oleh perbedaan, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini menjadi oase yang memberikan kesejukan dan arah bagi tatanan masyarakat yang harmonis.
Inti dari filosofi ini adalah pengakuan bahwa meskipun berbeda keyakinan atau asal-usul desa, semua warga adalah bersaudara dalam satu ikatan darah atau janji suci. Keinginan untuk jaga kedamaian di Bumi Raja-Raja ini tidak lagi dilakukan dengan pendekatan keamanan yang represif, melainkan melalui penguatan kembali nilai-nilai budaya tersebut. Ketika terjadi kesalahpahaman antarindividu, mekanisme adat Pela Gandong hadir sebagai penengah yang efektif. Para tokoh adat dan pemuda sering kali duduk bersama untuk menyelesaikan konflik dengan semangat kekeluargaan, sehingga api perselisihan tidak sempat membesar dan merusak tatanan sosial yang sudah terjaga.
Di kota Ambon, implementasi nilai-nilai ini sangat terlihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pembangunan rumah ibadah secara gotong royong hingga perayaan hari besar keagamaan yang melibatkan partisipasi lintas komunitas. Pendekatan berbasis budaya ini terbukti lebih kuat daripada sekadar aturan hukum formal, karena ia menyentuh aspek emosional dan spiritual masyarakat. Melalui kearifan ini, masyarakat diajarkan untuk saling melindungi dan merasa sakit jika saudaranya tersakiti. Inilah modal sosial yang sangat mahal harganya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke Maluku.
Pemanfaatan kearifan lokal sebagai instrumen keamanan juga melibatkan peran aktif dari aparat keamanan yang bertugas di wilayah tersebut. Mereka tidak lagi memposisikan diri sebagai pengawas dari luar, tetapi mencoba masuk dan memahami dialektika sosial masyarakat setempat. Dengan menghargai hukum adat dan norma-norma yang berlaku, petugas lebih mudah diterima oleh warga. Sinergi antara sistem keamanan modern dan nilai-tradisional menciptakan lingkungan yang sangat kondusif bagi pembangunan ekonomi dan pariwisata di daerah ini.
