Stabilitas keamanan di suatu wilayah tidak hanya bergantung pada kekuatan fisik aparat, tetapi juga pada kuatnya jalinan komunikasi antara polisi dan warga. Penyelenggaraan Forum Dialog masyarakat yang diinisiasi oleh Polres Ambon menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta laporan dini mengenai potensi gesekan sosial di tingkat akar rumput. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini, kepolisian mengajak tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda untuk duduk bersama mencari solusi atas berbagai permasalahan lingkungan. Langkah preventif ini terbukti sangat efektif dalam meredam konflik sebelum membesar, serta membangun rasa saling percaya yang kokoh antara penegak hukum dan masyarakat yang selama ini mungkin merasa canggung untuk melapor.
Dalam setiap sesi Forum Dialog tersebut, petugas kepolisian memaparkan tren kriminalitas terkini di wilayah hukum Ambon dan memberikan tips praktis mengenai cara menjaga keamanan lingkungan secara swadaya. Masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk bertanya mengenai prosedur layanan kepolisian, mulai dari pembuatan laporan kehilangan hingga cara mengantisipasi peredaran berita bohong atau hoaks yang sering memecah belah persatuan. Polisi menekankan bahwa setiap warga memiliki peran sebagai “polisi bagi dirinya sendiri” yang bertanggung jawab atas ketertiban di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. Dengan komunikasi dua arah yang lancar, setiap kesalahpahaman antara aparat dan warga dapat segera diklarifikasi secara transparan, sehingga tidak ada ruang bagi provokator untuk memperkeruh suasana.
Manfaat dari rutinitas Forum Dialog ini secara langsung dirasakan pada menurunnya angka tindakan main hakim sendiri di masyarakat karena warga kini lebih memilih jalur hukum yang resmi. Pihak Polres Ambon juga memanfaatkan momen ini untuk mensosialisasikan program-program inovatif kepolisian yang berbasis pelayanan digital dan respon cepat di lapangan. Selain membahas masalah keamanan, dialog ini sering kali menyentuh aspek sosial ekonomi, di mana polisi turut memfasilitasi kebutuhan warga melalui koordinasi dengan instansi pemerintah daerah terkait. Sinergi yang harmonis ini menciptakan iklim sosial yang kondusif, di mana perbedaan latar belakang suku maupun agama tidak lagi menjadi sekat, melainkan menjadi kekayaan budaya yang harus dijaga bersama demi kedamaian abadi di bumi Maluku.
