Maluku memiliki sejarah panjang tentang keberagaman dan semangat kekeluargaan yang tertuang dalam filosofi hidup bersama. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, menjaga keharmonisan antar warga merupakan tugas yang membutuhkan perhatian terus-menerus. Salah satu metode yang paling efektif dalam mencegah terjadinya gesekan sosial adalah dengan mengedepankan komunikasi yang jujur dan terbuka. Melalui program Dialog Kamtibmas, pihak kepolisian berusaha hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum yang bersifat kaku, melainkan sebagai fasilitator komunikasi yang mampu mencairkan suasana dan membangun kesepahaman antar kelompok yang berbeda.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Ambon ini dilakukan dengan cara berkeliling dari desa ke desa, menyambangi tokoh agama, tokoh pemuda, hingga tokoh adat. Dalam setiap pertemuan, suasana yang dibangun sangatlah santai dan jauh dari kesan formalitas birokrasi. Warga dipersilakan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, hingga kekhawatiran mereka mengenai situasi keamanan di lingkungan masing-masing secara langsung. Dialog ini menjadi wadah yang sangat penting untuk meluruskan berbagai informasi keliru atau hoaks yang seringkali menjadi pemicu keributan di tengah masyarakat. Dengan mendengarkan secara langsung, polisi dapat mengambil kebijakan yang lebih humanis dan sesuai dengan kearifan lokal setempat.
Fokus utama dari pertemuan-pertemuan ini adalah untuk memperkokoh persaudaraan yang selama ini telah menjadi modal sosial masyarakat Maluku. Semangat “Pela Gandong” kembali diingatkan dan diperkuat dalam setiap sesi diskusi. Polisi menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tanggung jawab aparat berseragam, melainkan tanggung jawab moral setiap individu sebagai sesama saudara. Ketika rasa persaudaraan sudah kuat, setiap ada potensi konflik kecil akan dapat diselesaikan secara musyawarah di tingkat bawah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pendekatan persuasif ini terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas wilayah dibandingkan dengan tindakan represif semata.
Slogan Katong Semua yang diusung dalam program ini mengandung makna mendalam tentang inklusivitas. Artinya, tidak ada satu pun kelompok yang ditinggalkan dalam proses pembangunan keamanan. Semua memiliki hak yang sama untuk merasa aman dan memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga kedamaian. Di Kota Ambon yang heterogen, semangat ini menjadi lem yang sangat kuat dalam menyatukan berbagai perbedaan suku maupun agama. Kepolisian juga memanfaatkan momen dialog ini untuk memberikan edukasi mengenai bahaya radikalisme dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda. Dengan merangkul semua elemen, diharapkan tercipta ketahanan sosial yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
