Di wilayah kepulauan terluar seperti Maluku, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi utama bagi kedamaian masyarakat. Anggota Bhabinkamtibmas Polres Ambon mengambil langkah kreatif dengan menginisiasi aksi polisi mengajar toleransi langsung di sekolah-sekolah yang berada di pulau-pulau terluar. Program ini bertujuan untuk menanamkan benih perdamaian, saling menghormati, dan moderasi beragama sejak dini kepada anak-anak sekolah yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan.
Dalam aksi toleransi ini, anggota polisi tidak hanya mengenakan seragam dinas, tetapi juga berbaur dengan siswa dalam kegiatan belajar yang santai namun bermakna. Mereka menyampaikan materi tentang pentingnya menghargai perbedaan agama, budaya, dan suku sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Polisi menggunakan contoh-contoh nyata yang terjadi di lingkungan sekitar, seperti kegiatan gotong royong warga dari berbagai agama yang saling membantu saat hari raya. Dengan cara ini, pesan-pesan perdamaian menjadi sangat mudah dipahami dan membekas di hati para siswa.
Kegiatan toleransi yang dipelopori Bhabinkamtibmas ini juga menjadi ajang untuk melatih empati anak-anak. Mereka diajarkan bagaimana cara menanggapi isu-isu negatif yang sering beredar di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) yang berpotensi memecah belah warga. Anggota Bhabinkamtibmas juga mengajak para guru dan tokoh agama setempat untuk terus mendukung nilai-nilai kebinekaan dalam kurikulum sekolah. Polisi ingin memastikan bahwa pulau terluar tetap menjadi garda depan dalam menjaga integritas nasional melalui kedamaian yang terpelihara dengan baik.
Dampak dari aksi toleransi ini sangat luar biasa. Lingkungan sekolah di pulau-pulau terluar kini lebih harmonis, di mana anak-anak dari latar belakang berbeda dapat bermain dan belajar tanpa sekat prasangka. Polres Ambon pun menerima apresiasi luas dari orang tua dan masyarakat karena kehadiran polisi di sekolah memberikan rasa aman sekaligus menanamkan karakter yang positif bagi generasi muda. Program ini memperkuat posisi kepolisian sebagai pengayom yang tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga menjaga stabilitas sosial melalui pendidikan.
Ke depannya, Polres Ambon berencana untuk memperluas cakupan program ini ke lebih banyak pulau dan mengadakan kompetisi seni bertema kebinekaan antar sekolah. Mari kita jaga kedamaian bangsa. Dengan menanamkan nilai toleransi sejak dini, kita sedang memastikan bahwa masa depan Indonesia akan selalu diliputi oleh semangat persaudaraan dan cinta kasih.
