Kabar duka menyelimuti Kota Ambon setelah seorang pemuda berinisial RA (23), yang merupakan anak dari Ketua DPRD Kota Ambon, dikabarkan dikeroyok hingga tewas. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu dini hari, 3 Mei 2025, sekitar pukul 01.30 WIT. Kasus dikeroyok hingga tewas ini sontak menimbulkan kegemparan dan kesedihan mendalam di kalangan keluarga korban dan masyarakat Kota Ambon.
Informasi awal yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa RA diduga menjadi korban dikeroyok hingga tewas oleh sekelompok orang tidak dikenal. Kejadian bermula ketika korban bersama beberapa temannya sedang berada di kawasan Mardika. Tiba-tiba, sekelompok pemuda datang dan langsung melakukan penyerangan. Korban yang berusaha melarikan diri akhirnya terjatuh dan menjadi bulan-bulanan pelaku hingga mengalami luka parah.
Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Leo Suryaatmaja, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Ambon pada Sabtu pagi, membenarkan adanya kejadian dikeroyok hingga tewas tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polresta Ambon telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Hingga saat ini, motif di balik aksi dikeroyok hingga tewas ini belum diketahui pasti. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi para pelaku dan mengungkap latar belakang kejadian. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa sebelum pengeroyokan terjadi, sempat terjadi adu mulut antara korban dan kelompok pelaku. Namun, detail lebih lanjut mengenai percakapan tersebut masih dalam pendalaman pihak kepolisian.
Kejadian dikeroyok hingga tewas ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi pemuda di Ambon. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku secepatnya. Meninggalnya RA, yang dikenal sebagai sosok pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Ambon, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan teman-temannya. Pihak keluarga berharap agar keadilan dapat segera ditegakkan dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka. Polresta Ambon sendiri telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini dan berjanji akan memberikan perkembangan informasi terbaru kepada publik.
