Sinergi Hukum Positif Dengan Adat Pela Gandong Menjaga Keamanan Ambon
Keragaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan merupakan kekayaan sosial yang sangat berharga namun sekaligus menyimpan potensi gesekan sosial yang cukup rentan. Sejarah masa lalu mengajarkan kita bahwa perselisihan kecil dapat dengan cepat berkembang menjadi konflik besar jika tidak segera diredam dengan pendekatan yang tepat. Sinergi yang kuat antara hukum positif negara dengan nilai luhur adat Pela Gandong dalam menjaga keamanan wilayah kepulauan ini terbukti sangat efektif menciptakan perdamaian abadi. Nilai persaudaraan sejati lintas komunitas ini menjadi benteng sosial yang kokoh dari segala bentuk upaya adu domba.
Penyebab utama dari munculnya riak ketegangan di tengah masyarakat biasanya dipicu oleh penyebaran berita bohong atau provokasi di media sosial oleh oknum luar. Jika masyarakat mudah terpancing emosi tanpa melakukan klarifikasi kebenaran informasi tersebut, maka konflik fisik antar-desa dapat dengan mudah pecah kembali di lapangan. Di sinilah peran para tokoh adat sangat dibutuhkan untuk mendinginkan suasana menggunakan pendekatan bahasa adat yang menyentuh hati sanubari warga kedua belah pihak. Penyelesaian masalah secara kekeluargaan sebelum masuk ke ranah hukum positif terbukti mampu meredakan ketegangan secara tuntas.
Prosedur penyelesaian sengketa dilakukan dengan mempertemukan para kepala desa adat di rumah raja untuk membicarakan solusi terbaik secara musyawarah dan mufakat bersama. Sumpah adat persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak zaman dahulu kala diikrarkan kembali guna mengingatkan warga akan pentingnya hidup rukun. Kolaborasi adat ini dalam menjaga keamanan lingkungan pemukiman sangat membantu meringankan tugas kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif setiap harinya. Langkah damai ini membuktikan bahwa nilai budaya lokal memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan sosial daerah.
Aparat kepolisian resor Ambon secara aktif merangkul para raja, tokoh agama, dan tokoh pemuda dalam setiap program patroli dialogis di lapangan. Mereka bersama-sama memberikan edukasi mengenai pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya ke grup percakapan keluarga guna mencegah kepanikan massal yang tidak perlu terjadi. Sesi dialog warga secara berkala juga diselenggarakan di kedai-kedai kopi tradisional sebagai wadah santai untuk menyerap keluhan dan saran langsung dari masyarakat. Sinergi yang harmonis ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.
Mari kita jaga kedamaian dan kerukunan yang telah kita bangun kembali dengan susah payah ini demi masa depan anak cucu kita tercinta. Jangan biarkan perbedaan pendapat atau kepentingan politik sesaat merusak ikatan persaudaraan sejati yang telah diikat erat oleh sumpah adat leluhur kita. Berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar merupakan bentuk kecintaan nyata kita terhadap tanah air dan kelestarian budaya luhur bangsa Indonesia yang majemuk. Semoga wilayah kepulauan Maluku selalu aman, damai, sejahtera, makmur, dan senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
