Dialog Lintas Iman: Cara Polres Ambon Jaga Harmoni Akar Rumput
Ambon memiliki sejarah panjang dalam membangun kembali tatanan sosial yang damai setelah melewati masa-masa penuh tantangan di masa lalu. Kini, kota ini telah bertransformasi menjadi simbol toleransi dan persaudaraan di Indonesia Timur. Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya konsisten berbagai pihak, termasuk kepolisian, dalam merawat kemajemukan. Salah satu instrumen paling efektif yang digunakan adalah melalui Dialog Lintas Iman yang berkelanjutan antara tokoh agama dan komunitas. Komunikasi yang intens ini menjadi fondasi utama untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu gesekan sosial.
Pendekatan yang dilakukan oleh Polres Ambon tidak lagi bersifat formalitas semata, melainkan menyentuh hingga ke level paling bawah. Polisi menyadari bahwa konflik sering kali tidak bermula dari masalah besar, melainkan dari isu-isu kecil di masyarakat yang kemudian dipolitisasi atau disalahartikan melalui kacamata agama. Untuk itu, forum-forum komunikasi Lintas Iman rutin digelar bukan hanya di gedung pertemuan, tapi juga di balai desa, gereja, masjid, hingga kedai-kedai kopi tempat warga berkumpul. Di sana, polisi berperan sebagai fasilitator yang memastikan semua pihak memiliki ruang untuk bicara dan didengar.
Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk Jaga Harmoni yang sudah terbangun dengan susah payah. Harmoni di Ambon adalah aset yang sangat mahal harganya. Melalui program Bhabinkamtibmas, setiap personel polisi diwajibkan mengenal tokoh-tokoh kunci di wilayah tugasnya. Mereka menjadi pendengar yang aktif terhadap keluhan atau kekhawatiran warga. Jika muncul riak-riak kecil atau berita bohong (hoaks) yang bernuansa SARA, aparat dengan cepat melakukan klarifikasi bersama para pemuka agama setempat. Kecepatan dalam merespons isu inilah yang mencegah masalah lokal melebar menjadi konflik yang lebih luas.
Kekuatan utama Ambon terletak pada filosofi “Pela Gandong,” sebuah ikatan persaudaraan tradisional yang melampaui batas-batas keyakinan. Polisi memanfaatkan kearifan lokal ini sebagai jembatan untuk masuk ke dalam Akar Rumput. Dengan memposisikan diri sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Ambon, polisi lebih mudah memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum. Dalam setiap perayaan hari besar keagamaan, pemandangan pemuda lintas iman yang ikut mengamankan rumah ibadah satu sama lain menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi telah mendarah daging dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak kepolisian.
